Lucy sangat suka berkhayal. Salah satu khayalannya adalah dia bisa pergi ke dunia peri. "Itu tidak mungkin! Kau hanya berkhayal!" ejek Margaretha, kakak Lucy. "Tapi... siapa tahu saja itu bisa terjadi!" bela Lucy. Margaretha tersenyum mengejek.
"Memang kenapa kalau aku berkhayal?" tanya Lucy pada dirinya sendiri dikamar. "Siapa tahu itu bisa terjadi!" ujarnya lagi. "Hufftt... Capek, ah! Mending tidur aja!" lanjutnya.
Tiba-tiba Lucy melihat lemarinya bergerak-gerak sendiri. "Lebih baik kuselidiki!" Dan Lucy-pun membuka lemarinya.
"Wow!"
Didepannya kini bukan tumpukan baju-baju miliknya lagi. Melainkan sebuah hutan musim dingin yang sangat dingin. "Brrr... dinginnya! Aku tidak bawa mantel lagi!" keluh Lucy. "Tidak ada orang, lagi," keluhnya lagi.
Kresek! Kresek!
"A-apa itu?" tanya Lucy ketakutan. Dan... "Aaaahhhh!!!!!" teriaknya. "Wow! Hei! Oke, stop. Stop," ujar seseorang. "Kau siapa? Sepertinya aku belum pernah melihatmu. Oya, kenalkan, namaku Stella," ujar Stella."Aku Lucy.aku tersesat disini," jelas Lucy. Dia pun menceritakan semuanya.
"Oh gitu..." Stella manggut-mangut. "Ke rumahku, yuk!" lanjut Stella. Lucy menurut.
Krieeett...
"Inilah rumahku!" ujar Stella. Lucy melihat sudut-sudut rumah Stella. Unik. Rumahnya terbuat dari kayu jati, begitupun lantai dan tangganya. Langit-langitnya bercat biru muda, dindingnya berwarna kuning, dan lantainya berwarna hijau muda.
"Wow," ucap Lucy kagum. "Lucy, sebaiknya kamu menghangatkan diri. Itu perapiannya," saran Stella.
Zzzzpppp...!!!
Sesaat, tubuh Lucy langsung hangat. "Wow." Lucy kembali kagum. "Lucy, mari makan!" ajak Stella. "Ya, Stella! Aku datang!" teriak Lucy. Mereka pun makan.
Pukul 8 malam...
"Lucy, kurasa ini saatnya kau pulang," kata Stella. "Semua peri melihatmu. Mereka berebut ingin memilikumu," jelas Stella.
Lucy diam.
"Baiklah jika begitu, Stel," ucap Lucy. Stella menghembuskan nafas. "Oke. Ini untukmu, Lucy. Jaga baik-baik, ya? Tetap ingat aku," pesan Stella sambil memberi liontin. Lucy mengangguk.
"Aku akan merindukanmu!!!" teriak Lucy saat akan kembali ke lemarinya. "Bye!!!" balas Stella. Lucy masuk kedalam lemari. Dan...
"Lucy! Bangun!" teriak suara yang sangat dikenalnya. Margaretha? Batin Lucy. Rupanya itu hanya mimpi. Dia melihat ke mejanya. Liontin Stella menjuntai indah. Stella, dunia peri, apalagi nanti? Haruskah kuceritakan pada Margaretha? Batin Lucy lagi.
"Lucy!!!" panggil Margaretha lagi. "I-iya Margaretha!" balas Lucy. Dia tersenyum. Membayangkan wajah Stella di dunia peri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar