Rabu, 30 September 2015

Gerakan 30 September

Ada yang tahu hari ini hari apa? Yaps! Hari ini hari G30S/ PKI. Mau tahu apa itu peristiwa 30 September ini? Yuk, simak artikel berikut ini!

Gerakan 30 September (dahulu juga disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI), Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), atau Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 disaat tujuh perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha kudeta yang kemudian dituduhkan pada Partai Komunis Indonesia.
Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Sampai pada tahun 1965 anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Soekarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Soekarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan Nasakom.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
Pada kunjungan Menlu Subandrio ke TiongkokPerdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan 100.000 pucuk senjata jenis chung, penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S.
Pada awal tahun 1965 Bung Karno atas saran dari PKI akibat dari tawaran perdana mentri RRC, mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI.
Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha memprovokasi bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dengan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI juga menginfiltrasi polisi dan tentara dengan slogan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subjek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ribuan petani bergerak merampas tanah yang bukan hak mereka atas hasutan PKI. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dengan polisi dan para pemilik tanah.
Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah, tidak peduli tanah siapapun (milik negara = milik bersama). Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di Rusia, di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jenderal-jenderal militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab, Menpangad, dan lain-lain).
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwaangkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".
Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".
Rezim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.
Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rezim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk mengecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.

Oke, segitu dulu, okay? Mau yang lebih lengkap? Cek aja di: https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_30_September

Selasa, 29 September 2015

Perang Dingin or Cold War

Haiii, kali ini, aku mau post tentang perang dingin atau bahasa inggrisnya cold war. Eits, bukan berarti perangnya pas musim dingin, lho. Tapi, karena seperti salju yang diam-diam menghanyutkan. Okay, baca aja kisah Cold War ini! ;)


Perang Dingin (bahasa InggrisCold War, 1947–1991) adalah sebutan bagi suatu periode terjadinya ketegangan politik dan militer antara Dunia Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya, dengan Dunia Komunis, yang dipimpin oleh Uni Soviet beserta sekutu negara-negara satelitnya. Peristiwa ini dimulai setelah keberhasilan Sekutu dalam mengalahkan Jerman Nazi di Perang Dunia II, yang kemudian menyisakanAmerika Serikat dan Uni Soviet sebagai dua negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer yang besar. Uni Soviet, bersama dengan negara-negara di Eropa Timur yang didudukinya, membentuk Blok Timur. Proses pemulihan pasca-perang di Eropa Barat difasilitasi oleh program Rencana Marshall Amerika Serikat, dan untuk menandinginya, Uni Soviet kemudian juga membentuk COMECON bersama sekutu Timurnya. Amerika Serikat membentuk aliansi militer NATO pada tahun 1949, sedangkan Uni Soviet juga membentuk Pakta Warsawa pada tahun 1955. Beberapa negara memilih untuk memihak salah satu dari dua negara adidaya ini, sedangkan yang lainnya memilih untuk tetap netral dengan mendirikan Gerakan Non-Blok
Peristiwa ini dinamakan Perang Dingin karena kedua belah pihak tidak pernah terlibat dalam aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak memiliki senjata nuklir yang dapat menyebabkan kehancuran besar. Perang Dingin juga mengakibatkan ketegangan tinggi yang pada akhirnya memicu konflik militer regional seperti Blokade Berlin (1948–1949),Perang Korea (1950–1953), Krisis Suez (1956), Krisis Berlin 1961Krisis Rudal Kuba (1962), Perang Vietnam (1959–1975), Perang Yom Kippur(1973), Perang Afganistan (1979–1989), dan penembakan Korean Air Penerbangan 007 oleh Soviet (1983). Alih-alih terlibat dalam konflik secara langsung, kedua belah pihak berkompetisi melalui koalisi militer, penyebaran ideologi dan pengaruh, memberikan bantuan kepada negara klien,spionase, kampanye propaganda secara besar-besaran, perlombaan nuklir, menarik negara-negara netral, bersaing di ajang olahraga internasional, dan kompetisi teknologi seperti Perlombaan Angkasa. AS dan Uni Soviet juga bersaing dalam berbagai perang proksi; di Amerika Latin dan Asia Tenggara, Uni Soviet membantu revolusi komunis yang ditentang oleh beberapa negara-negara Barat, Amerika Serikat berusaha untuk mencegahnya melalui pengiriman tentara dan peperangan. Dalam rangka meminimalkan resiko perang nuklir, kedua belah pihak sepakat melakukan pendekatan détente pada tahun 1970-an untuk meredakan ketegangan politik.
Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan diplomatik, militer, dan ekonomi terhadap Uni Soviet di saat negara komunis itu sedang menderita stagnasi perekonomian. Pada pertengahan 1980-an, Presiden Soviet yang baru, Mikhail Gorbachev, memperkenalkan kebijakan reformasi liberalisasi perestroika ("rekonstruksi, reorganisasi", 1987) dan glasnost ("keterbukaan", ca. 1985). Kebijakan ini menyebabkan Soviet dan negara-negara satelitnya dilanda oleh gelombang revolusi damai yang berakhir dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, dan pada akhirnya menyisakan Amerika Serikat sebagai satu-satunya kekuatan militer yang dominan di dunia. Perang Dingin dan berbagai peristiwa yang menyertainya telah menimbulkan dampak besar terhadap dunia dan sering disebutkan dalam budaya populer, khususnya dalam media yang menampilkan tema spionase dan ancaman perang nuklir.

Oke, jadi udah pada ngerti apa yang dimaksud dengan perang dingin? Jan lupa tinggalkan komentar, yo! 

Jumat, 04 September 2015

Bullying

‪#‎WritingContestP3CSI‬
Nama: Sabitah Nasyiah Talitha
Umur: 9 thn
Kelas: 3 SD
Domisili: Medang, Tangerang
Judul cerita: Bullying
Genre: Sad, bullying
Tag: Waffa
~``~Happy reading!~``~
"You and Me, Best friend forever!"
Aku rindu ucapan itu dari mulut kecilmu, Alycha. Kapan kita dapat bertemu? Di surgakah? Atau kita takkan pernah bertemu kembali? Atau...
~``~``~
Sudah seminggu setelah kematian Alycha. Walaupun aku masih sedih, aku tetap tegar. Walau aku takkan pernah mendengar candaannya lagi. Selamanya.
“Ma, Annie pergi dulu, ya,” kataku. Mama mengangguk dan memberi bekalku. Setelah aku mengucap salam, aku langsung pergi ke sekolah.
Sesampainya di kelasku…
“Eh, ada yang sedih ditinggal sahabat enggak, ya?” goda Laura, musuhku, saat aku masuk kelas.
“Laura, pliiis. Jangan ganggu aku. Aku akan menamparmu kalau kau berani berkata begitu,” ancamku. Laura hanya tertawa.
“Ow, tenang dulu Annie! Kalau kau menamparku… aku akan melaporkanmu pada Mrs. Kellie!” Laura balas mengancamku. Mrs. Kellie adalah kepala sekolahku. Sementara aku hanya berlalu.
Kriiinggg…!!!
Bel masuk berbunyi. Sekarang waktunya pelajaran Mrs. Lily, guru IPS. Sekarang, temanya adalah ‘Kehilangan Orang Tercinta’.
“Selamat pagi, anak-anak!” sapa Mrs. Lily.
“Pagi, Miiiss!!!” balas semuanya, kecuali aku.
“Lho? Annie? Kenapa kau tampak lesu?” tanya Mrs. Lily.
“Aku…”
“Dia kesepian tanpa Alycha Miss! Kan, dia sudah disana, Annie. Jangan berharap dia akan kembali!” ejek Laura.
“Laura Annabella! Jaga omonganmu!” tegur Mrs. Lily. Laura tersenyum mengejek.
“Sudahlah, Miss. Saya tidak apa-apa, kok.” Aku berusaha melerai.
~``~``~
Pada waktu istirahat…
“Hmmm...” Aku menyuapkan puding karamel itu ke dalam mulutku. Enak. Lalu…
“BWEEE!!!”
“Ah!” Aku berteriak, dan puding karamelku jatuh. Ternyata itu Laura. Aku menatap Laura tajam.
“Laura…” Aku berjalan menuju meja Laura. Ada sebuah kotak bekal. Isinya nasi, ayam fried chiken, dan salad sayur. Aku menumpahkan isinya ke bak sampah.
“ANNIELLA AZALEA!!!” teriak Laura histeris. “Annie! Kembalikan bekalku!”
“Aku akan mengembalikan bekalmu jika kau juga mengembalikan bekalku,” kataku.
“Ya, ya. Oke!” kata Laura yang langsung pergi.
“Lihat saja nanti, Annie…”
~``~``~
“Laura!” panggilku.
“Ya?”
“Kau mau ikut aku ke Star Mall? Aku akan mentraktirmu sebagai permintaan maaf,” ucapku. Laura berpikir sebentar.
“Ya, bolehlah. Lagipula nanti aku tidak ada acara.”
“Yeah! Nanti kamu ke rumahku, ya. Pukul 2 siang,” kataku. Laura mengangguk.
Pukul 2 siang di rumahku…
“Laura! Sudah siap?” tanyaku. Laura mengangguk. Laura memakai dress pink selutut dengan stocking krem dan sepatunya berwarna pink cerah. Lalu, Mom mengantar kami ke Star Mall.
Sesampainya di sana…
“Annie, Laura, kalian kuberi waktu 3 jam. Kita berkumpul di Love Café ya,” kata Mom. Aku mengangguk.
“Thank you, Mrs. Azalea,” kata Laura. Mom tersenyum.
Pertama, kami akan ke Pudding and Drink Café. Di sana, Laura berkata sesuatu…
“Annie, maafkan aku. Maafkan aku atas bully-anku yang sudah keterlaluan,” ucap Laura tulus.
“Iya, Laura. Aku memaafkanmu, kok,” balasku. Laura tersenyum.
~``~``~
2 bulan setelah kejadian permaafan…
“Ada aja yang mau temenan sama Annie,” ejek Millie.
“Heh, kenapa Laura mau temen sama kamu, sih, Anniella Azalea? Laura itu cantik, anggun, pokoknya perfect! Sementara kamu? Jelek, kumuh, dan BAD banget,” ejek Ceyla. Aku hanya bisa menunduk. Tiba-tiba Laura datang.
“Annie, aku mau bicara sebentar,” kata Laura. Dia membawaku ke toilet.
“Aku enggak mau jadi sahabatmu lagi,” kata Laura. Aku sedikit kaget.
“Lho? Kenapa?” tanyaku.
“Karena aku ini orang terhormat. Dan kamu BUKAN orang yang terhormat,” ejek Laura.
“Jika kamu mau memutuskan persahabatan kita, tidak apa-apa. Aku ikhlas, kok,” kataku tenang. Laura pergi dengan angkuh.
~``~``~
Saat pulang sekolah…
Aku tidak langsung pulang. Aku pergi ke kantin dulu. Tiba-tiba…
“DOR!”
“Hwaaa!” seruku. Jus stoberi yang kupesan pun jatuh. Ternyata itu ulah… Laura.
“Laura, kenapa kamu kayak gini sama aku?” tanyaku lembut. Laura malah beranjak pergi.
Setelah membayar minuman, aku pun beranjak pulang. Tapi di halte, Laura hampir tertabrak!
“Laura!!! AWASSS!!!”
Ckiiit… bruk!
Setelah itu, semua gelap.
~``~``~
Dear Laura…
Aku memaafkanmu. Aku akan tenang disana. Jangan khawatirkan aku. Tolong, relakan aku pergi. Jangan sedih. Kita akan bertemu suatu saat nanti
-Anniella-
“Hiks… hiks. Iya, Annie. Aku juga minta maaf. Aku menyesal. Aku mengerti. Aku tidak boleh melihat orang dari penampilannya. Tap